<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Ditto</title>
	<atom:link href="http://catatanditto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanditto.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2010 07:43:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='catatanditto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Ditto</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://catatanditto.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Ditto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://catatanditto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membangun Visi</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/15/membangun-visi/</link>
		<comments>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/15/membangun-visi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership And Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/15/membangun-visi/</guid>
		<description><![CDATA[K ali ini kita akan membahas tentang visi. Dan di dalamnya kita akan mengupas apa itu visi dan mengapa membuat visi itu penting bagi pemimpin atau setiap orang yang beraspirasi menjadi pemimpin dan bagaimana melakukannya, tentunya dengan waktu yang terbatas kita akan membahasnya secara singkat dan praktis saja. Apa itu Visi? Dalam bahasa inggris, Vision [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=50&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021510_0701_membangunvi12.jpg?w=500" alt="" align="left" />K<span style="color:black;font-family:Times New Roman;font-size:0;background-color:black;"> </span>ali ini kita akan membahas tentang visi. Dan di dalamnya kita akan mengupas apa itu visi dan mengapa membuat visi itu penting bagi pemimpin atau setiap orang yang beraspirasi menjadi pemimpin dan bagaimana melakukannya, tentunya dengan waktu yang terbatas kita akan membahasnya secara singkat dan praktis saja.</p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Apa itu Visi?<br />
</strong></span></p>
<p>Dalam bahasa inggris, Vision berarti <span style="text-decoration:underline;">gambaran,</span> gambaran tentang apa? Bisa apa saja bisa kondisi tertentu, bisa tentang suatu benda, atau apapun. Tetapi dalam konteks kepemimpinan, visi berarti gambaran tentang tujuan kepemimpinan. Apa yang akan dicapai dengan adanya kepemimpinan?</p>
<p>Di sebuah organisasi atau bisnis visi seringkali berupa tujuan perusahaan, yaitu kondisi ideal yang dicita-citakan pendiri organisasi atau perusahaan tersebut. Misalnya visi dari Paul Allen dan William Gates jr. ketika mendirikan Microsoft adalah &#8220;satu pc untuk setiap rumah&#8221;. Ini adalah gambaran ideal tentang kondisi yang diinginkan dimana Microsoft akan mewujudkan komputer mampu digunakan untuk rumah tangga.</p>
<p>Peter Senge  dalam bukunya The Fifth Discipline: The Art and Practice of The Learning Organization  mengatakan, &#8220;Sebuah visi adalah gambar ideal dari masa depan organisasi dan yang mengungkapkan alasan keberadaannya.&#8221;</p>
<p>Tidak jauh berbeda, visi bagi diri sendiri atau visi pribadi adalah gambaran kondisi ideal yang kita inginkan. Sebuah keadaan dimana cita-cita kita dan nilai-nilai yang kita anut tercapai dan berjalan sesuai dengan harapan kita. Misalnya seorang koki hotel yang beraspirasi menjadi pebisnis mungkin bervisi &#8221; Saya akan menjadi juru masak ternama dan memiliki restoran seafood terbesar dan termewah di Jakarta.&#8221;</p>
<p>Kepemimpinan pertama-tama akan didefinisikan oleh visi. Kepemimpinan disini berlaku untuk kepemimpinan pada diri sendiri atau kepemimpinan pada diri orang lain. Bila anda ingin menjadi pemimpin anda harus memiliki visi. Visi inilah, baik dan buruknya akan menjadi acuan bagi orang yang anda pimpin untuk memilih apakah mereka akan mengikuti anda atau tidak.</p>
<p>Menurut Kotter, kepemimpinan &#8220;adalah proses untuk menciptakan sebuah visi untuk orang lain dan memiliki kemampuan untuk menterjemahkannya menjadi kenyataan dan mempertahankannya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Mengapa visi itu penting?<br />
</strong></span></p>
<p>Kenapa visi diperlukan? Banyak orang mengabaikan penetapan visi atau secara asal-asalan membuat visi. Hal ini karena mereka belum menyadari manfaat dari adanya visi yang baik. Karena walaupun proses membuat visi akan terasa mengawang-awang dan kabur tetapi manfaatnya dalam jangka panjang akan sangat besar.</p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Manfaat visi<br />
</strong></span></p>
<p>Semua hal tercipta dua kali. Pertama-tama kita menciptakan di dalam pikiran kita, dan kemudian kita bekerja untuk mewujudkannya dalam bentuk fisik. Dengan mengendalikan penciptaan pertama kita, kita bisa melihat atau menuliskan kembali rencana-rencana kita, dengan demikian kita mengambil kendali dan tanggung-jawab atas hasil yang ada. Dengan demikian visi atau ciptaan pertama ini membuat kita memiliki kendali lebih besar atas tercapainya cita-cita kita (ciptaan kedua).</p>
<p>Selain ada beberapa manfaat lain dari visi yaitu</p>
<ul>
<li>Membongkar batasan – batasan mental yang tidak kita sadari yang selama ini menahan kita untuk berkembang. Karena visi yang baik adalah yang menantang hambatan-hambatan mental.</li>
<li>Memberikan kejelasan arah, dengan adanya visi kita bisa melihat bahkan merasakan kondisi ideal yang idamkan.</li>
<li>Memberikan kestabilan rencana terhadap perubahan lingkungan. Rencana yang kita buat mungkin harus berubah namun visi yang jelas menjadi acuan agar perubahan rencana tidak mengubah arah yang dituju.</li>
<li>Menarik dukungan dan komitmen, visi yang menarik dan menginspirasi akan menjadi motivator untuk bekerja keras dan berpikir kreatif.</li>
<li>Menguatkan fokus. Visi membuat kita bisa memilih dan mengerahkan sumber daya secara optimal pada satu tujuan yang maha penting.</li>
</ul>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Bagaimana Mengembangkan Visi<br />
</strong></span></p>
<p>Dalam mengembangkan visi pribadi, Kita perlu memeriksa kembali pusat hidup kita. Pusat kita adalah sumber dari keamanan, bimbingan, kebijakan, dan kekuatan kita. Menempatkan orang lain atau hal – hal di luar diri kita sebagai hal yang penting membuat kita bergantung pada perubahan suasana hati, perilaku yang tidak konsisten, dan perubahan keuntungan yang tidak terkontrol. Berpusat pada diri sendiri adalah terlalu membatasi,  di dalam isolasi, perkembangan kesehatan mental seseorang akan menjadi buruk.</p>
<p>Salah satu pendiri Psikologi Makna, Victor Frankl, pernah menyatakan,&#8221; cara yang terbaik untuk memastikan visi pribadi kita adalah yang terbaik bagi diri sendiri adalah dengan memeriksa kembali visi dan nilai-nilai pribadi itu berdasarkan pada prinsip dan realitas</p>
<p>Prasyarat Visi Pribadi yang baik:</p>
<ul>
<li>Bersifat pribadi</li>
<li>Mencerminkan nilai dan keyakinan kita</li>
<li>Bersifat positif</li>
<li>Dalam kondisi saat ini</li>
<li>Terperinci atau tergambarkan dengan baik.</li>
</ul>
<p>Ketika memvisikan perubahan pada organisasi, tanyakan pada diri Anda, &#8220;Apa yang kita inginkan di masa depan?&#8221; dan pastikan untuk:</p>
<ul>
<li>Menggali keyakinan, misi, dan lingkungan organisasi.</li>
<li>Jelaskan apa yang ingin Anda lihat di masa depan.</li>
<li>Jadikan khusus untuk setiap organisasi.</li>
<li>Jadikan positif dan menginspirasi.</li>
</ul>
<p>Jangan menganggap bahwa sistem yang ada akan memiliki kerangka yang sama dengan hari ini. bersikap terbuka terhadap perubahan dramatis dari  metodologi, teknik, fasilitas, organisasi.</p>
<p><span style="font-size:12pt;"><strong>Langkah melakukan Visioning<br />
</strong></span></p>
<p>Selanjutnya bagaimana seorang pemimpin mengembangkan visi? Dave Dolak memberikan 3 langkah utama dalam membentuk visi</p>
<p>Pertama, mengidentifikasi nilai-nilai utama (Core Values), Nilai-nilai inti ini menentukan bisnis apa yang berarti, dan nilai-nilai inti akan bertahan lama bahkan hingga pada suatu waktu dimana nilai-nilai ini tidak lagi menguntungkan atau kompetitif. Nilai-nilai organisasi tidak dapat &#8220;set&#8221;, mereka hanya dapat ditemukan. Nilai-nilai inti tidak dapat dipaksakan pada individu namun bila sesuai individu akan memiliki kesetiaan yang luar biasa pada organisasi. ( Collins, J. C., and Porras, J. I. (1996). Building Your Company&#8217;s Vision. Harvard Business Review, September-October).</p>
<p>Sebagai contoh, Walt Disney Company yang memiliki nilai-nilai inti imajinasi dan keutuhan.</p>
<p>Langkah kedua adalah menetapkan dan memahami tujuan inti dan menentukan masa depan bisnis atau organisasi Anda (Core Purpose).</p>
<p>tujuan Inti organisasi adalah alasan untuk berada dan cermin motivasi idealistis untuk melakukan kerja perusahaan atau organisasi. Ini adalah tujuan jangka panjang untuk bisnis yang tidak pernah berhenti. Beberapa contoh tujuan utama adalah  dari 3M yaitu &#8220;Untuk memecahkan masalah dengan inovatif&#8221; atau Sony &#8220;Untuk menikmati sukacita dalam menerapkan dan memajukan teknologi demi kepentingan masyarakat&#8221;.</p>
<p>Dan akhirnya, Setelah visi yang dibuat, harus dikomunikasikan dan disampaikan secara efektif sehingga menjadi visi bersama dari semua orang di organization.Visi ini tidak selalu mudah untuk disebarluaskan, sehingga bagian kunci untuk menciptakan visi bersama adalah dalam mengartikulasikan dan mengkomunikasikan visi dalam cara yang bertahan lama. Setelah berbagi visi bersama ini dibuat, ini akan menjadi tenaga yang memaksa orang untuk &#8220;melakukan sesuatu, mengubah sesuatu, dan menjadi sesuatu &#8220;</p>
<p><strong>Vision Killers</strong></p>
<p>Beberapa hal berikut ini bisa menyebabkan visi menjadi sia-sia.</p>
<ul>
<li>Tradisi, dalam artian visi hanya dibuat mengikuti apa yang sudah ada atau yang dilakukan orang lain padahal belum tentu sesuai atau masih relevan dengan tuntutan jaman dan nilai-nilai yang kita anut.</li>
<li>Takut pada kegagalan, kecemasan yang berlebihan atas kegagalan sebuah visi bisa menyebabkan visi itu tidak pernah dijalankan sama-sekali.</li>
<li>Kelelahan pemimpin dan kelengahan mereka yang dipimpin. Di tengah perjalanan mungkin saja pemimpin menjadi jenuh atau berubah pandangan terhadap visi. Selain itu orang yang dipimpin bisa jadi lupa dan menyimpang dari visi akibat sibuk pada hal yang lain.</li>
<li>Pola pikir jangka pendek, tanpa menyadari konsekuensi jangka panjang bisa menyebabkan peralihan visi.</li>
<li>Lingkungan yang negative, tanpa motivasi internal yang kuat dan terus menerus diperkuat, anggota dan pemimpin organisasi bisa terpengaruh oleh suara-suara skeptis dan negative.</li>
</ul>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Sebuah visi yang kuat untuk sebuah bisnis yang dapat membangkitkan energi dan dorongan yang diperlukan untuk menarik tim dan organisasi maju.  visi yang kuat dan efektif dikomunikasikan akan menular, menyemangatkan, dan menarik orang lain dan ini akan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bisnis dan aspirasi.</p>
<p>Pemimpin bisnis dapat menuai keuntungan yang kuat oleh visi mendefinisikan nilai-nilai inti perusahaan mereka, mereka menentukan tujuan, menjelaskan apa yang mereka lihat untuk bisnis di masa depan, dan kemudian jelas articulating, berkomunikasi, dan visi hidup di setiap kesempatan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanditto.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanditto.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=50&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/15/membangun-visi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a9a89b1c9906d3f1d639726e95af79f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kisadewa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021510_0701_membangunvi12.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Diri Sendiri</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/14/memahami-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/14/memahami-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 04:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership And Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/14/memahami-diri-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang ingin anda capai dalam hidup ini? Apa sebenarnya yang penting bagi anda? Bagaimana anda berencana akan mencapainya? Menurut anda apakah anda akan berhasil mencapainya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah yang disebut dengan Kesadaran Diri. Kesadaran diri adalah langkah pertama dalam proses penciptaan keberadaan diri termasuk di dalamnya usaha untuk mencapai cita-cita kita. Mengenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=46&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021410_0401_memahamidir1.jpg?w=191&#038;h=265" alt="" width="191" height="265" align="left" />Apa yang ingin anda capai dalam hidup ini? Apa sebenarnya yang penting bagi anda? Bagaimana anda berencana akan mencapainya? Menurut anda apakah anda akan berhasil mencapainya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah yang disebut dengan Kesadaran Diri. Kesadaran diri adalah langkah pertama dalam proses penciptaan keberadaan diri termasuk di dalamnya usaha untuk mencapai cita-cita kita.<span style="background-color:#e6ecf9;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:justify;">Mengenal  Kesadaran Diri</h3>
<p style="text-align:justify;">Kesadaran Diri adalah komponen kecerdasan emosional yang pertama. Kesadaran Diri berarti mempunyai satu pemahaman emosi, kekuatan, kelemahan, kebutuhan, dan pendorong diri sendiri. Orang-orang dengan kesadaran diri kuat berarti kritis dan realistis terhadap diri mereka. Mereka cenderung lebih jujur – dengan diri mereka sendiri dan lebih percaya diri. Tidak mudah direndahkan atau tidak mudah tersinggung karena direndahkan orang lain. Karena bagi mereka, apapun yang orang lain katakan  hanya dapat diterima jika diri mereka sendiri merasa itu sebagai kebenaran. Di sisi lain orang dengan rasa percaya diri tinggi lebih terbuka terhadap kritik dan masukan, mereka juga bisa merendahkan diri tanpa merasa rendah diri. Ini karena mereka tahu siapa diri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="background-color:#e6ecf9;">Saat kesadaran diri Anda tumbuh, Anda akan lebih mengerti mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan dan melakukan apa yang Anda lakukan.</span> Orang dengan kesadaran diri tinggi akan mengetahui bagaimana perasaan mereka mempengaruhi diri, orang lain, dan kinerja mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kesadaran diri lebih jauh lagi bisa dikaitkan dengan pemahaman seseorang akan nilai-nilai dan tujuan diri. Seseorang yang sadar diri tahu kemana arah yang akan ia tuju dan mengapa. Sebaliknya orang yang kurang sadar diri akan sering diombang-ambingkan oleh konflik dan motif tersembunyi</p>
<h3>Manfaat Kesadaran Diri</h3>
<p style="text-align:justify;">Kesadaran diri adalah langkah pertama dalam proses penciptaan keberadaan diri.<span style="background-color:#e6ecf9;"> Saat kesadaran diri Anda tumbuh, Anda akan lebih mengerti mengapa Anda merasakan apa yang Anda rasakan dan melakukan apa yang Anda lakukan.</span> Pemahaman ini nantinya akan memberi Anda kesempatan dan kebebasan untuk mengubah hal-hal yang ingin Anda ubah tentang diri Anda dan menciptakan kehidupan yang Anda inginkan. Tanpa sepenuhnya mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, mustahil anda dapat menerima dan mengubah diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang cukup sadar diri dapat juga dikenali dari  pemahaman yang mantap akan kemampuan mereka dan cenderung tidak akan menjerumuskan diri pada kegagalan, misalnya, dengan overstretching tugas. Mereka tahu juga, kapan untuk meminta bantuan. Dan resiko yang mereka ambil dalam pekerjaan adalah resiko yang terukur. Mereka tidak akan meminta sebuah tantangan yang mereka tahu mereka tidak dapat menangani sendiri. Mereka akan memanfaatkan  kekuatan mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, orang yang sadar diri yang mengetahui bahwa dirinya kurang mampu menangani jadwal yang mepet akan lebih berhati-hati merencanakan waktu. Di lain kasus orang yang sadar diri lebih bisa menangani klien yang sulit dengan mengatasi perasaanya sendiri dan mengalihkan emosi dan rasa frustasi pada hal yang lebih membangun.<span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<h3>Kesadaran diri dan Pemecahan Masalah</h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021410_0401_memahamidir2.png?w=500" alt="" align="right" />Memiliki kejelasan tentang siapa diri Anda dan apa yang Anda inginkan (dan mengapa Anda menginginkannya), memberdayakan Anda untuk <strong>secara sadar dan secara aktif</strong> membuat keinginan tersebut menjadi kenyataan.  Jika tidak, Anda akan terus mendapatkan &#8220;terperangkap&#8221; dalam konflik internal Anda sendiri dan keyakinan yang tidak dikenal, membiarkan proses berpikir yang asing itu untuk menentukan perasaan dan tindakan Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketika kita menginginkan  informasi yang baik tentunya kita bertanya pada ahlinya. Jadi, pada siapa kita akan bertanya untuk meminta informasi tentang diri kita? Siapa ahli yang kita tanya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah seorang teman, seorang terapis, seorang ulama atau pendeta, pasangan Anda, orangtua Anda tahu lebih banyak tentang Anda daripada Anda?  tidak. Anda tinggal di dalam tubuh dan pikiran Anda selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 52 minggu setahun. Hari demi hari. Tidak ada yang lebih dekat dengan Anda daripada anda sendiri! Jawabannya sudah ada di sana, mungkin yang Anda diperlukan adalah pertanyaan yang tepat.</p>
<h3>Menggali Kesadaran Diri</h3>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana anda meningkatkan kesadaran diri? Sesungguhnya pertanyaan dapat membantu Anda menjadi lebih sadar diri. Apakah Anda adalah tempat di mana Anda tinggal? Apakah Anda adalah pekerjaan Anda? Apakah Anda adalah penampilan Anda? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini hanya cermin dari siapa diri Anda bagi dunia luar. Tetapi itu adalah di permukaan. Tapi itu hanya itu, sebuah refleksi diri batiniah Anda. Untuk menggali lebih dalam di bawah permukaan, pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan  harus lebih bermakna.</p>
<p style="text-align:justify;">Pikirkan <a href="http://74.125.19.132/translate_c?hl=id&amp;sl=en&amp;u=http://www.selfcreation.com/awareness/selfaware_questions.htm&amp;prev=/search%3Fq%3Dself%2Bawareness%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26hs%3DRP2&amp;rurl=translate.google.co.id&amp;usg=ALkJrhj2k04eri5iRAgxWo0RSoWLxJ_Sqw"><span style="color:blue;text-decoration:underline;"><strong>pertanyaan</strong></span></a> sebagai lapisan-lapisan keberadaan diri kita. Setiap tingkat atau lapisan pertanyaan membawa kita lebih dekat dan lebih dekat ke &#8220;inti dari keberadaan kita.&#8221;  Misalnya sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>Apa jenis orang yang saya suka untuk berdiskusi?</em></strong></p>
<p>Yah &#8230; mereka harus berpikiran terbuka orang. Saya sangat menikmati bersama mereka.</p>
<p><strong><em>Mengapa saya menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang berpikiran terbuka?</em></strong></p>
<p>Karena saya dapat mengeksplorasi banyak ide yang berbeda. Saya senang mencari jawaban. Dan jika mereka berpikiran terbuka, eksplorasi dapat pergi ke mana saja!</p>
<p><strong><em>Apa yang saya maksud dengan &#8220;eksplorasi bisa pergi ke mana saja&#8221;?</em></strong></p>
<p>Maksudnya, saya dapat menyelidiki semua pertanyaan-pertanyaan besar dalam kehidupan seperti &#8230; Mengapa kita ada di sini atau dari mana emosi berasal?</p>
<p>Dan seterusnya</p>
<p style="text-align:justify;">Semakin jauh ke dalam proses pertanyaan yang anda lakukan, semakin Anda dapat memasuki mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan dan siapa Anda. Memang hal ini akan memakan waktu jadi lakukan saat anda sedang tidak diburu-buru oleh sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hal berikut adalah panduan mengajukan pertanyaan:</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Buat sedetil mungkin</strong>, Jawaban umum hanya akan memberikan pengertian umum tentang siapa Anda. semakin besar dampaknya pada kehidupan Anda dan Anda akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang diri Anda.<strong><br />
</strong></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Bertanya bukan menghakimi, </strong>Jangan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan bernada menghakimi. Hal ini bukanlah tuduhan, atau tuntutan bagi Anda untuk membela diri. Bersikaplah jujur, lembut, dan tidak menghakimi.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Biarkan mengalir,</strong>. Jika saat menjawab pertanyaan Anda menemukan rangkaian pertanyaan anda sendiri, maka ikuti saja. (andalah yang ahli di sini.)</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Jangan berhenti, </strong>jika Anda menjawab, &#8220;Saya tidak tahu&#8221;, untuk salah satu pertanyaan, cobalah beberapa dugaan. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk melanjutkan ke pertanyaan yang lebih mendalam. Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda duga!</div>
</li>
</ol>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Dengan memahami siapa diri kita sebenarnya kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi dan sesulit apapun keputusan yang kita ambil akan menjadi lebih mantap ketika kita melakukannya berdasarkan apa yang kita yakini dan yang merupakan cerminan diri kita sebenarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanditto.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanditto.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=46&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/14/memahami-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a9a89b1c9906d3f1d639726e95af79f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kisadewa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021410_0401_memahamidir1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/021410_0401_memahamidir2.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENETAPKAN PRIORITAS</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/08/menetapkan-prioritas/</link>
		<comments>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/08/menetapkan-prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 04:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Leadership And Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/08/menetapkan-prioritas/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1970, Dr Edward Banfield sosiolog dari Harvard University menulis buku berjudul The Unheavenly City. Dalam buku itu ia menggambarkan hasil penelitian yang paling menyegarkan tentang keberhasilan dan pengaturan prioritas. Tujuan dari Banfield adalah untuk mengetahui bagaimana dan mengapa beberapa orang menjadi independen secara finansial saja selama usia bekerja mereka. Ia mulai dengan keyakinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=36&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp1.png?w=193&#038;h=190" alt="" width="193" height="190" />Pada tahun 1970, Dr Edward Banfield sosiolog dari Harvard University menulis buku berjudul The Unheavenly City. Dalam buku itu ia menggambarkan hasil penelitian yang paling menyegarkan tentang keberhasilan dan pengaturan prioritas.</p>
<p>Tujuan dari Banfield adalah untuk mengetahui bagaimana dan mengapa beberapa orang menjadi independen secara finansial saja selama usia bekerja mereka. Ia mulai dengan keyakinan bahwa jawaban untuk pertanyaan ini akan ditemukan di faktor seperti latar belakang keluarga, pendidikan, kecerdasan, kontak yang berpengaruh, atau beberapa faktor kuat lainnya. Apa akhirnya dia telah menemukan bahwa alasan utama bagi kesuksesan dalam hidup adalah suatu sikap pikiran tertentu.</p>
<p>Oleh Banfield sikap ini disebut &#8220;<strong>Perspektif Jangka Panjang</strong>.&#8221; Dia mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan yang paling berhasil dalam kehidupan adalah orang-orang yang mempertimbangkan masa depan untuk setiap keputusan yang dibuat saat ini.</p>
<p>Ia menemukan bahwa semakin lama jangka waktu yang dipertimbangkan seseorang ke dalam saat perencanaan dan bertindak, semakin besar kemungkinan ia akan mencapai hasil yang besar selama karirnya.</p>
<h2><span style="color:#000000;">Perspektif Jangka Panjang</span><span style="font-size:22pt;"><br />
</span></h2>
<p>Anda dapat mengetahui betapa pentingnya suatu hal saat ini dengan mengukur potensi dampaknya pada masa depan hidup anda.</p>
<p>Misalnya, jika Anda pulang dari bekerja pada malam hari dan memilih untuk bermain dengan anak-anak Anda atau menghabiskan waktu dengan pasangan Anda, daripada menonton TV atau membaca karya, Anda memiliki perspektif jangka panjang. Anda tahu bahwa waktu investasi dalam kesehatan dan kebahagiaan anak-anak Anda dan pasangan Anda sangat berharga, prioritas penggunaan waktu tinggi.</p>
<p>Jika Anda mengambil kursus tambahan di malam hari untuk meningkatkan keahlian Anda dan membuat diri Anda lebih berharga untuk Atasan atau perusahaan Anda, Anda bertindak dengan perspektif jangka panjang. Belajar sesuatu yang praktis dan sangat berguna dapat memiliki efek jangka panjang pada karir Anda.</p>
<h2><span style="color:#000000;">Pengorbanan</span></h2>
<p>Kata kunci, maka yang perlu diingat ketika Anda menentukan prioritas adalah pengorbanan. Menentukan prioritas biasanya memerlukan pengorbanan kenikmatan saat ini untuk menikmati masa depan. Melepakan kesenangan jangka pendek untuk menikmati kegembiraan jauh lebih besar dan lebih banyak di masa mendatang.</p>
<p>Para. Ekonom mengatakan bahwa ketidakmampuan untuk menunda kepuasan yakni, fitrah individu untuk menghabiskan segala yang mereka peroleh ditambah sedikit lagi, dan pola pikir untuk melakukan apa yang menyenangkan, mudah dan nikmat adalah penyebab utama kegagalan ekonomi dan kehidupan pribadi. Di sisi lain, mendisiplinkan diri sendiri untuk melakukan apa yang Anda tahu adalah benar dan penting, meskipun sulit, adalah jalan menuju kebanggaan diri dan kepuasan pribadi.</p>
<h2><span style="color:#000000;">Fokus</span></h2>
<p>Setelah Anda dapat dengan jelas melihat satu atau dua hal yang harus Anda lakukan, di atas semua orang lain, katakana &#8220;tidak&#8221;  kepada semua pengalihan dan gangguan fokus anda.</p>
<p>Banyak orang yang mengalami stres dalam pekerjaan mereka karena memiliki kesadaran prioritas yang rendah. Yang menakjubkan adalah bahwa segera setelah Anda mulai bekerja pada kegiatan bernilai tertinggi, semua stress hilang. Anda mulai merasa sebuah aliran energi dan semangat. Saat Anda bekerja sebagai menuju selesainya sesuatu yang sangat penting, Anda merasa meningkatnya rasa nilai pribadi dan kepuasan batin. Anda merasakan sensasi dari penguasaan dan pengendalian diri. Anda merasa tenang, yakin dan mampu.</p>
<h2><span style="color:#000000;">Lupa pada Prioritas</span></h2>
<p>Waktu sangat berharga. Namun banyak orang membuang waktu dengan terjebak dalam satu atau lebih kebiasaan berikut ini:</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;"><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp2.png?w=500" alt="" /><strong>Procrastination</strong> – menunda-nunda pekerjaan.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Manajemen by Krisis </strong>- Kewalahan oleh krisis saat ini. Tidak ada waktu untuk hal-hal yang rutin.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Berganti-ganti, mengambang) </strong>kurang konsentrasi dan fokus pada satu pekerjaan.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp3.png?w=500" alt="" /><strong>Televisi, telepon dan teman</strong> &#8211; semua ini adalah cara untuk menghindari pekerjaan. <img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp4.png?w=500" alt="" /></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><strong>Hambatan Emosional </strong>- kebosanan, daydreaming, stres, kesalahan, kemarahan dan kekecewaan mengurangi konsentrasi.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><img src="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp5.png?w=500" alt="" /><strong>Sakit</strong> &#8211; sakit yang tidak serius namun anda manjakan akan melanggar jadwal yang Anda buat.</div>
</li>
</ul>
<p>Dalam semua kasus ini, langkah pertama menghilangkannya adalah dengan mengenali masalah dan bertekad untuk memperbaiki diri. Gunakan daftar prioritas untuk memfokuskan perhatian. Gunakan positif self-talk. Untuk menghindari gangguan, temukan tempat yang tenang untuk belajar, perpustakaan atau ruang belajar.</p>
<h2><span style="color:#000000;">Kesimpulan</span></h2>
<p>Terkadang prioritas kita bisa bergeser. Kita semua harus menimbang-nimbang tugas. Agar ada keseimbangan, kita perlu memastikan prioritas ini sesuai dengan tujuan pribadi dan tujuan organisasi. Untuk melakukan hal ini diperlukan tinjauan berkala, dan perencanaan mingguan sangat ideal untuk sesi ini.</p>
<p>Mulai hari ini tetapkan prioritas yang jelas dalam setiap bidang kehidupan Anda, dan selalu memilih kegiatan yang akan memastikan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan Anda yang paling besar dalam jangka panjang. Jangka panjang akan datang segera, dan setiap pengorbanan yang Anda buat hari ini akan dihargai dengan nilai berlipat di masa depan Anda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanditto.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanditto.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=36&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/08/menetapkan-prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a9a89b1c9906d3f1d639726e95af79f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kisadewa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp1.png" medium="image" />

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp2.png" medium="image" />

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp3.png" medium="image" />

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp4.png" medium="image" />

		<media:content url="http://catatanditto.files.wordpress.com/2010/02/020810_0421_menetapkanp5.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anakku…, Inilah Cinta, inilah Ikhlas.</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/anakku%e2%80%a6-inilah-cinta-inilah-ikhlas/</link>
		<comments>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/anakku%e2%80%a6-inilah-cinta-inilah-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 14:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/anakku%e2%80%a6-inilah-cinta-inilah-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.&#8221; (Muttafaqun &#8216;alaihi). &#8220;Bisa saya melihat bayi saya?&#8221; pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=29&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:12pt;"> </span></p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.&#8221; (Muttafaqun &#8216;alaihi).</p>
<p>&#8220;Bisa saya melihat bayi saya?&#8221; pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!</p>
<p>Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan kurang menarik. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu, yang tak mampu menahan tangisnya. Sang ibu tahu hidup anak lelakinya itu kurang meggembirakan Anak lelakinya itu terisak-isak berkata, &#8220;Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, &#8220;aku ini makhluk aneh.&#8221;</p>
<p>Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, &#8220;Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?&#8221; Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuk anaknya. &#8220;Saya yakin saya mampu memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,&#8221; kata dokter.</p>
<p>Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkan untuk anaknya. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, &#8220;Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.&#8221; kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahir dengan cukup sempurna. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, &#8220;Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.&#8221; Ayahnya menjawab, &#8220;Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.&#8221; Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, &#8220;Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.&#8221;</p>
<p>Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah istrinya yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah&#8230;&#8230;&#8230;bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. &#8220;Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,&#8221; bisik sang ayah. &#8220;Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya, bukan? &#8220;</p>
<p>Sahabat……Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat . Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. Subhaanallah, Betapa dahsyatnya karya dan pekerjaan orang-orang yang ikhlas.</p>
<p>Ciri-Ciri Orang Yang Ikhlas<br />
Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:</p>
<p>1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, &#8220;Orang yang riya (lawan dari ikhlas) memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.&#8221;</p>
<p>2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, &#8220;Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.&#8221; (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.</p>
<p>3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya. Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama&#8217;i (kebersamaa) dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.</p>
<p>Mari Kita Abadikan Yang Tersisa dengan Keikhlasan bersama Rumah Yatim Indonesia dan Lihatlah Karya Besar Yang Akan Kita Lihat Bersama Di Suatu Saat Nanti, Insya Allah. Kita memang belum pernah tatap muka tapi yakinlah bahwa hati-hati kita telah dipersatukan oleh Allah di Lembaga Yang Sederhana ini, Sabar dan terus memproses diri untuk sebuah Misi yang Wajib kita emban bersama yaitu &#8221; Rahmatan Lil &#8216;Alamin &#8221; …………………..<a href="http://www.rumah-yatim-indonesia.org" target="_blank"><span style="color:blue;text-decoration:underline;">http://www.rumah-yatim-indonesia.org</span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanditto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanditto.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=29&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/anakku%e2%80%a6-inilah-cinta-inilah-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a9a89b1c9906d3f1d639726e95af79f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kisadewa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Bohongnya Ibu</title>
		<link>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/indahnya-bohongnya-ibu/</link>
		<comments>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/indahnya-bohongnya-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 12:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kisadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah-Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/indahnya-bohongnya-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Rumah Yatim Indonesia Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=13&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber : Rumah Yatim Indonesia</p>
<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.</p>
<p>Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :<br />
&#8220;Makanlah nak, aku tidak lapar&#8221; ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA</p>
<p>Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping aku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :<br />
&#8220;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&#8221; ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</p>
<p>Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu<br />
membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :&#8221;Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&#8221; Ibu tersenyum dan berkata :<br />
&#8220;Cepatlah tidur nak, aku tidak capek&#8221; ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</p>
<p>Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :<br />
&#8220;Minumlah nak, aku tidak haus!&#8221; ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT</p>
<p>Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.</p>
<p>Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :<br />
&#8220;Saya tidak butuh cinta&#8221; ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :<br />
&#8220;Saya punya duit&#8221; ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku &#8220;Aku tidak terbiasa&#8221; ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</p>
<p>Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :<br />
&#8220;Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan&#8221; ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</p>
<p>Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/catatanditto.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/catatanditto.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=catatanditto.wordpress.com&amp;blog=11642628&amp;post=13&amp;subd=catatanditto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanditto.wordpress.com/2010/02/05/indahnya-bohongnya-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a9a89b1c9906d3f1d639726e95af79f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kisadewa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
